Watu Paris itu tergolong tempat wisata baru di Jogja, di kawasan Pantai Parang Trits tepatnya di sekitar area bukit paralayang. Tempatnya agak masuk ke dalam dari jalan utama, jalannya pada saat artikel ini dirulis belum terlalu bagus dan masih ada pembangunan objek wisata lain di sekitar tempat itu. Tetapi jalannya luas, bisa di lewati mobil dan motor, jadi relatif aman.
Lokasi
Kalau dari kota Yogyakarta, ikuti saja terus jalan Parang Tritis hingga sampai kawasan pantainya. Kemudian dilanjutkan sedikit lagi ke arah bukit paralayang. Ketika sampai di kawasan bukit paralayang, akan banyak sekali yang menyuruh berbelok dan parkir untuk ke bukit paralayang. Jangan terkecoh karena tujuannya bukan kesana hahaha. Lurus saja terus sampai ketemu tanjakan, di ujung tanjakan itu akan ada papan arah Watu Paris mengarahkan belok kiri. Jangan kaget dengan jalannnya, karena jalannya masih dalam pembangunan. Jangan ragu juga karena sudah betul, saya sempat bingung dan berhenti dulu karena heran dengan jalannya yang seperti masih batu-batu putih. Terus saja dan ikuti papan petunjuk, sampai ketemu jalan setapak dari paving, tujuannya ada diatas bukit.
Harga
Kalau mau ke sini, akan ada 2x gerbang wisata yang harus dibayar: Gerbang wisata Parang Tritis (10K) dan area wisata Bukit Paralayang (10K). Oiya, untuk masuk ke Watu Paris juga ada HTM-nya, enggak mahal, cukup 10K saja dan parkir motor 2K atau 5K untuk mobil. Kalau ditotal, untuk sampai ke sini harus rogoh kocek 30K++. Tapi tiket masuk seharga10K itu bisa ditukar dengan minuman gratis di kitchen mereka. Sebenarnya kalau cek dari review Google Maps, voucher-nya bisa ditukar ke "minuman beneran", tapi kemarin ketika saya yang ke sana, voucher dari tiket masuk itu cuma bisa ditukar dengan Teh Gelas atau Aqua Gelas saja. Yah mungkin sudah habis masa promo sih hehehe 😁.
Terus untuk harga makanan dan minuman, relatif terjangkau sih jadi tidak overprice. Harganya yang acceptable dan variasi menu-nya yang banyak jadi oke banget buat menemani santai. Dari makanan berat, snack, kopi dan non-kopi semuanya lengkap. Kalau bawa anak-anak, juga ada eskrim.
Suasana & Fasilitas
Saya sampai ke sini sekitar pukul 5 sore, jadi masih terang. Suasananya sudah mulai calm dan pemandangan langit yang mulai tercampur antara ungu dan orange. Ditemani segelas coklat, sedikit snack mendoan yang panas, benar-benar santai dan enak. Angin cukup dingin tapi tidak terlalu kencang, saya tidak bawa jaket sayangnya jadi cukup menusuk kulit. Oiya, ada live music juga dengan gitar akustik. Sound system-nya mungkin sedikit harus di upgrade untuk kenyamanan dan pilihan lagu juga yang cocok dengan suasananya 😅.
Sunsetnya sudah matang, tapi mendung |
Fasilitas dari Watu Paris ini lengkap, parkirannya luas jadi jangan khawatir kalau bawa rombongan beberapa mobil atau motor. Kalau bus, hmm sepertinya masih bisa tapi mungkin sedikit agak sulit sih. Kemudian dari tempat parkir perlu sedikit saja jalan kaki untuk sampai ke area santainya. Oiya ada beberapa spot foto, sejenis balkon di dekat tempat parkir. Juga ada Gardu Pandang yang bisa dinaiki. Tapi jujur saya tidak ke atas karena merasa duduk di luar lebih asik dan alami, hehehe. Ada juga ayunan dan lain-lain untuk playground anak-anak. Kitchen-nya juga lengkap untuk mengakomodasi yang mau makan berat disana dengan lebih nyaman. Untuk kamar mandi juga sangat bersih, point plus dari saya karena biasanya toilet tempat wisata itu cenderung kotor.
Kesimpulan
Overall tempatnya bagus, bersih dan pemandangannya cukup baik. Makanan dan minuman yang ditawarkan juga cukup banyak dan harganya masih masuk kantong. Recomended untuk santai sore dan lihat sunset selain bukit paralayang. Oiya, kalau anda bawa anak, saran saya betul-betul diperhatikan dan selalu dalam pengawasan ya, karena ada beberapa lokasi yang bikin deg-deg-ser untuk bocil berlari-larian.
Terima kasih sudah membaca!
Comments
Post a Comment